penipuan-tiket-soldplay

JAKARTA, Beritarokokslot.com – Mahasiswi bernama Ghisca Debora Aritonang (19) ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan tiket konser Coldplay. Dia menggelapkan uang sebanyak Rp 5,1 miliar. “Pada Jumat, 17 November 2024, kami tetapkan sebagai tersangka dan kami lakukan penahanan sejak Jumat kemarin,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro saat konferensi pers di kantornya, Senin (20/11/2023).

Selain menahan tersangka, polisi juga telah menyita sejumlah barang milik Ghisca, yaitu tas, sepatu, sandal bermerek, dan sebagainya. Susatyo menuturkan, dalam menjalankan aksinya, Ghisca mengaku mengenal promotor konser kepada korban. Dengan demikian, korban percaya dan membeli tiket konser melalui Ghisca. Padahal sejak Mei hingga November, tidak ada komunikasi apa pun antara Ghisca dengan pihak promotor.

Modusnya, tersangka (mengaku kepada korban) mengambil Rp 250.000 per tiket,” tutur Susatyo. Atas perbuatannya, Ghisca dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan juncto Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya Beritarokokslot.com , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tersangka penipuan tiket konser Coldplay resmi ditahan polisi, korban: ‘Saya enggak bakal percaya calo lagi’

Kepolisian resmi menahan tersangka penipuan dan penggelapan tiket konser Coldplay berinisial GDA, 19 tahun.

Dalam keterangan kepada pers, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan GDA ditetapkan sebagai tersangka sekaligus ditahan sejak Jumat (17/11). Polisi telah memeriksa tujuh orang saksi dalam kasus ini.

GDA dijerat Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) tentan gpasal penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman masing-masing empat tahun penjara.

“Kami menerima enam laporan polisi terkait penipuan dan penggelapan tiket konser Coldplay dengan total Rp5,1 miliar atau sebanyak 2.268 tiket,” kata Susatyo, seperti dikutip dari saluran YouTube Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (20/11).

Enam laporan yang masuk ke kepolisian berasal dari VS yang mengalami kerugian Rp1,35 miliar (700 tiket), lalu AS dengan kerugian Rp1,3 miliar (600 tiket) dan MF dengan nilai kerugian Rp1,3 miliar (500 tiket).

Laporan yang masuk juga berasal dari SG dengan kerugian Rp73 juta (58 tiket), AR sebesar Rp1,3 miliar (400 tiket) dan CL dengan kerugian Rp230 juta.

“Ada pun kronologinya, bahwa tanggal 13 November 2023, salah satu pelapor membawa saudara GDA ke Polres Metro Jakarta Pusat. Pada saat itu kami masih melakukan mediasi antara pelapor dan terlapor. Sampai kemudian, pelapor membuat laporan polisi,” tambah Susatyo.

Bagaimana modus GDA?

GDA mengaku sebagai pemburu tiket konser Coldplay. Ia kemudian menawarkan tiket-tiket tersebut kepada jaringan temannya yang menjadi calo.

“Dalihnya tiket tersebut adalah tiket yang dijanjikan akan dapat menjelang pelaksanaan konser Coldplay,” kata Susatyo.

Ia menambahkan, tersangka GDA mengaku mengenal promotor konser tersebut. “Padahal sampai Mei dengan November tidak ada komunikasi apapun dengan pihak perantara tiket atau sebagainya,” katanya.

Ia menambahkan, motif GDA adalah mengambil keuntungan Rp250 ribu dari setiap tiket yang dijual.

Dalam keterangan di hadapan polisi, GDA mengakui kesalahannya. “Dan saya akan mengikuti proses hukum. Dan proses ini sudah saya serahkan ke pihak kepolisian,” katanya.

‘Kesal karena merusak kesempatan saya nonton konser pertama Coldplay’

Fikri Faizah mengaku masih jengkel kalau mengingat kejadian malam itu, Rabu (15/08).

Satu jam setengah sebelum konser band kesayangannya, Coldplay, mengguncang Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, dia baru dapat kabar kalau tiket yang sudah dibeli dari seorang kenalannya berinisial A ternyata “zonk” alias tidak ada.

Padahal dia dan puluhan orang lain sudah dari siang menunggu di area sekitar GBK setelah dijanjikan bakal dibagikan tiket dan diantar masuk ke pintu masuk sesuai kategori.

“Jam 20.00 WIB itu si A bilang di grup WhatsApp, ‘sorry ya guys hasilnya zonk…'” ucap pemuda 24 tahun ini kepada BBC News Indonesia, Jumat (17/11).

“Kami kecewa kenapa enggak diinfokan dari awal? Biar bisa cari tiket di venue langsung dan harganya masih masuk akal. Kalau beli dari calo harganya sudah enggak ngotak,” sambungnya.

Cerita penipuan tiket konser yang dialami Fikri berawal pada Mei lalu.

Saat itu, pacarnya dapat kabar dari teman kuliahnya si A kalau dia menjual tiket konser Coldplay per kategori seperti yang dijual resmi.

Meskipun waktu itu belum ada informasi resmi kalau band asal Inggris tersebut bakal manggung di Jakarta, tapi si A kata Fikri, mengeklaim tahu dari kenalannya yang bekerja di agensi PK Entertainment.

Dan, si A tersebut sudah terkenal sering menjual tiket konser.

“A ini reseller tiket konser dan lancar-lancar aja.”

4 thoughts on “Ghisca Debora Jadi Tersangka Penipuan Tiket Konser Coldplay, Gelapkan Uang Rp 5,1 Miliar”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *